مز نازون (19 poin)   8 Sep 2015   Nasional   1,056 dilihat
Salam Sejahtera Bapak Presiden  ,

Melanjutkan pengaduan kami sebelumnya, kami selaku pengguna / peserta BPJS merasa sangat susah melakukan klaim saat dirujuk dirumah sakit rujukan.
Kejadian untuk yang kedua Kali nya pada hari Jum'at 4 September 2015. Anak saya sakit muntah- muntah dan buang- buang air, dehidrasi.saya sudah bawa ke klinik faskes tingkat 1 dan dirujuk ke rumah sakit rujukan dirumah sakit pertama istri saya dirujuk. Saat masuk dipendaftaran, ditanya mau ketemu dokter siapa ? Saya bilang ketemu dokter anak, oh iya anak saya umur 4 tahun dan dari hari selasa sakit ( 3 hari ).
Saya mendaftar pakai peserta BPJS, petugas pendaftaran bilang dokter anak nya belum datang, saat itu jam 10 pagi kurang sekian menit. Jadi gak bisa klaim BPJS, karena BPJS hanya bisa ditangani dokter spesialis dan rawat inap. Kalau ditangani dokter umum perlakuannya sama seperti pasien umum yang lain nya yakni bayar biaya pengobatan seperti biasa.
Kemudian saya bilang jadi menolak pasien BPJS nih Bu, saya bilang sama petugas pendaftaran rumah sakit tersebut ( rumah sakit di kabupaten Tangerang ).
Petugas rumah sakit tersebut bilang, bukan kita menolak pasien BPJS Pak, tapi prosedur BPJS begitu. Ya kalau bukan nolak pasien apa dong namanya, kita lagi gawat begini masih juga  buat susah pasien. Ambil tindakan medis dulu lah, jangan beroreintasi pada materi. Dimana rasa kemanusiaan nya sebuah rumah sakit yang nota bene buat menangani orang sakit. Akhirnya saya merasa putus asa berdebat dengan petugas pendaftaran tersebut, saya bilang sama anak saya didepan petugas pendaftaran tersebut, " udah yuk de' kita pulang lagi aja, kita Cari dokter lain lagi, disini dokter nya gak sayang dede'  ". Mendadak petugas yang lain nya mempersilahkan saya untuk bawa anak saya ke ruang UGD, saya masuk ruang UGD dan langsung diperiksa sama dokter atau perawat nya. Dan langsung dinyatakan rawat inap, dan tangan anak saya dikasih gelang   nama anak dan dokter anak. Nah, dari situ saya menangkap kalau prosedur BPJS di rumah sakit dipersulit dan pasien BPJS lagi- lagi digiring untuk ditangani dokter umum, dan dengan alasan dokter spesialis belum datang atau tidak dirumah sakit.
Walaupun pada akhir nya bisa mendapatkan fasilitas rawat inap dari BPJS, namun begitu berliku dan bertele- tele dan mesti ngotot, kenapa sih gak ada  prioritas bagi peserta BPJS, atau pasien yang mendapat rujukan dari faskes tingkat 1 ? Kan sudah dapat Surat rujukan dari klinik faskes tingkat 1 seharusnya cepat ditangani, Karena Surat rujukan dibuat Karena klinik faskes tingkat 1 tidak mampu melakukan tindakan terhadap pasien, mesti nya rumah sakit rujukan tingkat 2 dengan cepat menangani pasien rujukan tingkat 1. Ini malah ditahan - tahan agar tidak bisa menggunakan haknya sebagai peserta BPJS.
Mohon tindak lanjut dari kasus ini, Karena ini untuk Kali kedua kami pasien BPJS dipersulit dirumah sakit rujukan.

Demikian pengaduan atas kekecewaan kami sebagai pasien pengguna BPJS, terima kasih atas perhatian nya Bapak Presiden semoga ada perbaikan dalam pelayanan BPJS kedepan.
Nama rumah sakit ada pada kami, yang kami tekankan disini tidak ada lagi pasien BPJS yang dipersulit ataupun ditolak rumah sakit rujukan.

Semoga kesehatan senantiasa mengiringi Bapak Presiden dalam menjalankan tugas negara.

Wassalamu ' alaikum,

Mas Anto.
 

Silakan login FB Anda (kiri atas) untuk menanggapi.

Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...