مز نازون (19 poin)   2 Sep 2015   Presiden   326 dilihat
ubah kategori 2 Sep 2015 oleh مز نازون
Salam Hormat Bapak Presiden,

Saya sekeluarga pengguna BPJS  kesehatan kelas 1. Pada hari sabtu 29 agustus 2015 saya mengantar istri berobat keklinik sebagai faskes tingkat 1 menggunakan kartu peserta BPJS tingkat 1, istri saya sakit batuk asma. Dari klinik tersebut dirujuk kerumah sakit terdekat, Karena harus di uap (nebulizer).
Di RS rujukan tersebut didaftarkan sebagai pengguna BPJS, istri saya dimasukkan ke ruang IGD. kemudian saya diinterogasi sama dokter nya, dan dikasih resep dokter untuk menebus resep dokter di apotek.
Di apotek saat pengambilan obat saya diminta biaya obat tersebut. Saya kaget, kenapa mesti bayar ya Bu ? Jawab petugas apotek tersebut : Kan bapak bukan peserta BPJS? Saya peserta BPJS Bu ? saya bayar tiap bulan, gaji saya dipotong dikantor. Kemudian si Ibu petugas Apotek tersebut telp kebagian pendaftaran apakah saya peserta BPJS ? dijawab petugas pendaftaran ya peserta BPJS faskes tingkat 1. Kemudian petugas apotek tersebut berkilah kalau saya tidak bawa Surat rujukan dari faskes tingkat 1, saya bilang saya bawa Surat rujukannya kok dari klinik faskes tingkat 1 ? petugas tersebut kembali telp petugas pendaftaran, apakah saya bawa Surat rujukan dari klinik tersebut ? di jawab ya bawa Surat rujukan, lalu petugas apotek tersebut beralasan pasien ditangani dokter umum, dan hanya berobat jalan. Karena ditangani dokter umum dan hanya berobat jalan, jadi bapak harus bayar buat menebus resep obat tersebut. Kecuali ditangani oleh dokter spesialis dan rawat inap. Saya bilang, lah mana saya tahu itu dokter umum atau dokter spesialis? dan saya mana tahu rawat jalan atau mesti rawat inap ? Kan saya gak tahu SOP di rumah sakit ini ?
Akhirnya saya gak mau berlama- lama berdebat, saya bayar resep obat dokter tersebut.
Yang jadi pertanyaan saya Bapak President ? Kenapa sih Ada istilah rawat jalan dan rawat inap ?  Kenapa sih Ada istilah ditangani dokter umum dan dokter spesialis ?
Kalau begini caranya, Saya yakin semua rumah sakit akan menggiring pasien nya ditangani dokter umum dan berobat jalan.
Ini celah yang sangat nyata akan dimanfaatkan rumah sakit bagi peserta BPJS agar tetap bayar biaya rumah sakit.
Lalu apa manfaat dari kepesertaan saya sekeluarga faskes tingkat 1 BPJS ?
Saya berharap pemerintah lebih peduli, lebih peka dengan kondisi rakyat kecil dibawah sana. Apalagi kondisi sekarang yang serba sulit, PHK bisa mengancam setiap saat.
Mohon di pertimbangkan kembali akan kebijakan yang sudah bagus, tapi dimanfaatkan celah nya oleh rumah sakit.
Lokasi kami di kabupaten Tangerang yang nota bene kasih dekat dengan ibukota, bagaimana yang jauh diluar jawa Sana, yang tidak berdaya tidak mampu bersuara.

Terima Kasih atas perhatiannya,

Salam sejahtera selalu buat bapak Presiden,

Wassalam,

Anto.
 

Silakan login FB Anda (kiri atas) untuk menanggapi.

Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...