Suryadi Ramli (10 poin)   28 Agu 2015   Kabupaten   94 dilihat
Seiring berlangsungnya penyelenggaraan layanan kesehatan Nasional (JKN) BPJS - KIS, Puskesmas dilibatkan sebagai ujung tombak pelayanan Kuratif (pengobatan penyakit) yang menguras SDM dan waktu serta tenaga di Puskesmas, dengan terus meningkatnya jumlah kunjungan pasien yg berobat tanpa diimbangi penambahan SDM medis dan paramedis, menimbulkan kelelahan sehingga berbagai program termasuk penyuluhan promosi kesehatan menjadi tidak optimal malah cenderung asal berjalan saja pelaksanaannya. Saya adalah dokter umum aktif di Puskesmas Rawa Tembaga- Kota Bekasi, tujuan melaporkan permasalahan ini, sebab ada kecenderungan terjadinya 'Kapitasi Minded' dalam pengelolaan arah pelayanan Puskesmas, sehingga pelayanan Kuratif sepertinya menjadi prioritas nomor 1 dalam fungsi/tupoksi puskesmas. Berbagai wacana untuk menjadikan puskesmas dengan layanan 24 jam, maupun RSUD tipe D. Kami sudah membayangkan apabila harus membuka layanan 24 jam dengan kondisi staf medis dan paramedis harus memegang program maupun menjadi pejabat keuangan dengan alasan tidak ada SDM yang berkompeten, kami akan berpotensi bekerja sktr 15 jam dalam sehari, misal kami shift malam mulai jam 21.00 sampai 07.00, paginya harus mengerjakan laporan keuangan atau program posbindu/lansia di lingkungan RW sampai jam 12 -14. Kami berharap ada pembenahan atau protap dan juknis yang jelas dan tegas dari Kemenkes terhadap fungsi utama Puskesmas, tidak hanya di kota kami tapi secara nasional. Jadi supaya fungsi utama sebagai Promosi Kesehatan dan pencegahan penyakit benar-benar menjadi ujung tombak Puskesmas.
 

Silakan login FB Anda (kiri atas) untuk menanggapi.

Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...