Vivi Hotmiani Sidaur (23 poin)   16 Jul 2015   Presiden   2,503 dilihat
diubah 16 Jul 2015 oleh Vivi Hotmiani Sidaur
Selamat siang bapak presiden, mohon kordinasinya ke pihak terkait dengan e-ktp, saya mengajukan permohonan e-ktp semua syarat sudah dipenuhi, tetapi e-ktp belum jadi dengan alasan BLANKO E-KTP, kosong se-Indonesia, Apakah benar?? Dan petugas mengatakan, tidak tau kapan tersedianya. Mohon segera tindak lanjutin bapak presiden. E-KTP itu bukti saya adalah warga Indonesia.
Terimakasih
 
Sukartono Haribowo (1 poin)   27 Jul 2015
Saya juga mengalami hal yang sama dan bahkan rasanya semua masyarakat kecewa dengan hal ini. Saya dijanjikan mendapatkan e-ktp sampai 4 bulan. Sesuai komitmen bapak Jokowi dalam perbaikan pelayanan masyarakat, semoga hal ini bisa ditindaklanjuti segera karena kalau tidak salah bapaklah yang membuat layanan ktp hanya dalam waktu 2 jam saja. Lalu bagaimana dengan kondisi sekarang yang 4 bulan??
Vivi Hotmiani Sidaur (23 poin)   29 Jul 2015
Ga ada KTP mau ngapain aja susah,,buku tabungan uda penuh mau ganti harus ada ktp,,mau bikin rekening baru juga ga bisa,,,miris ya saya melihat negeri ku ini,,apakah emang susah yahh cetak blanko yah???*bertanya-tanya
Susan Jennifer (1 poin)   9 Agu 2015
ngak cuba pakai pasport ?? seharusnya pasport bs diterima bank. karena wkt buka tabungan boleh pakai pasport / KTP. tp mmg kesal KTP uda bberapa bulan ngak kunjung keluar. saya di batam jg sama. uda 2 bulan ngak ada kabar akan siap KTPnya. alasannya sama. blangko habis. malah mau urus surat kendaraan jg gak bs
Nenny Ekasari (4 poin)   18 Agu 2015
e-ktp saya di janjikan tahun depan baru jadi..duh...ngenes banget dengarnya
Sola Aoi (1 poin)   23 Sep 2016
Kalau ada kesempatan lebih baik pindah warga negara saja lah, di indonesia tidak diakui sebagai warga negara karna Kartu Tanda Penduduk tak kunjung selesai
Saifuddin Zuhri Al M (0 poin)   31 Okt 2016
Pak Presiden, mhn disidak apa betul blanko kosong, ini kan program pemerintah masa bisa dimainkan disdukcapil, mhn diselesaikan anak saya sdh 2th blm jadi dg alasan klasik
Hendri Nasrul (6 poin)   4 Jan
Sebenarnya pengaduan kita soal e-KTP apakah dibaca atau tidak tergantung orang yg voting laporan yang kita buat. Kalau boleh usul coba share ke seluruh media sosial untuk lapor presiden agar semua permasalahan kita selesai. Semakin banyak yg voting semakin cepat presiden baca. Biar seluruh warga pengguna sosial media memvoting laporan kita bersama.
Contoh halnya seperti pajak kendaraan yg sedang naik. pemerintah berhak menentukan tgl dan kapan harus dinaikkan sesuai perundangan yang berlaku. Tapi mengurus pengadaan blanko saja bertele-tele kenapa ? Tau g bedanya ? Kalau jawaban sayaa adalah bedanya kalau kenaikkan pajak kendaraan pemasukan uang negara sebatas yg saya ketahui dengan ilmu yg saya punya. sedangkan penggandaan blanko E-KTP adalah pengeluaran negara. Loh kok aneh padahal E-KTP kan wajib sudah jelas dalam perundang2an tapi kenapa tidak seimbang ? Karena lebih besar pasak dari pada tiang. Itu yang membuat blanko tidak bisa dikeluarkan cepat2 secara merata dengan berbagai alasan klasik yakni menyalahkan pemerintah pusat. Apakah pemerintah pusat sudah intropeksi. Sebenarnya kalau jujur aja di media baik tv kabar berita online maupun offline baik sosial media tentang pengadaan blanko e-KTP terbelit dengan masalah dana APBN atau APBD  pasti kita akan mengerti itu knp. Kan gampang staff kelurahan atau staff kecamatan atau staff Capil bilang. Mohon maaf bapak atau ibu untuk pengadaan blanko e-KTP masih tersendat terbatasnya biaya APBN atau pun APBD nah kalau semua pada tau rakyat kan mengerti . Jadinya kalau e-KTP itu belum bisa dikatakan dengan wajib kalau pemerintah belum siap siaga dan sanggup  dengan biaya pengadaan blanko e-KTP yang tinggi dengan permintaan setiap wilayah yang tinggi.betul atau Ndak betul tergantung yang baca yaah.
Caranya gampang biaya APBN dan APBD pengadaan blanko e-KTP dinaikkan pasti ada keuntungan dan kerugiannya donk. Keuntungannya terlaksananya program e-KTP wajib untuk semua rakyat dan sudah dimiliki oleh rakyat Indonesia secara merata sukses. Banyak lagi keuntungannya yg tidak bisa disebutkan
 Kerugian otomatis pengeluaran negara semakin naik dan banyak lagi  akibatnya donk. Betul atau endak tergantung yang baca yaah..

Kritikan dan saran yg saya buat bukan untuk memprovokasi siapapun baik buruknya tergantung pembaca yang menilai. Saya hanya memberikan solusi yang tepat sasarannya. Terima kasih
Raymond van Diest (0 poin)   15 Jan
Selamat siang bapak presiden, mohon kordinasinya ke pihak terkait dengan e-ktp, saya mengajukan permohonan e-ktp semua syarat sudah dipenuhi, tetapi e-ktp belum jadi dengan alasan BLANKO E-KTP, kosong se-Indonesia, Apakah benar?? Dan petugas mengatakan, tidak tau kapan tersedianya. Mohon segera tindak lanjutin bapak presiden. E-KTP itu bukti saya adalah warga Indonesia.
Terimakasih

4 Tanggapan

+3 vote
Slamet Mulyadi (6 poin)   31 Jul 2015
Cek rekening reksadana saya di blokir karena masa berlaku ktp habis sedangkan perpanjangan belum jadi karena blanko e-ktp habis, deposito saya tidak bisa cair tanpa KTP valid, peluang investasi lenyap begitu saja... Mohon pemerintah bertanggungjawab!
Aruan Tb (34 poin)   31 Jul 2015
muncul kembali 31 Jul 2015 oleh Aruan Tb
Saya juga mengalami hal yang sama sejak tanggal 03 juni semua persyaratan sudah lengkap dan saya disuruh datang tgl 30 juni.saya datang pada tgl tsb katanya blangko e-ktp habis konon katanya se Indonesia pengadaannya masih dilelang dan belum ditentukan pemenangnya kata mereka (pegawai red) itu urusan pemerintah pusat.Lalu sebulan kemudian saya datang lagi tepatnya tgl 28 juli kemarin.Mereka bilang belum ada blangko e-ktp saya tanya pastinya kapan soalnya banyak urusan yang menggunakan ktp khususnya bank karena anak sekolah butuh dana untuk mahasiswa lagi.bayar uang kuliah,uang kost dll.mereka dengan santai menjawab tak bisa berbuat apa apa blangko tak ada.Saya pun bingung siapa lagi yang bisa diharap kepala daerah tdk mungkin lagi karena sudah sibuk dengan pilkada.Harapan kita satu satunya semoga pak Jokowi membaca tulisan kita ini dan secepat itu pula beliau menindak lanjuti karena saya yakin beliau paham betul kesulitan yang kita alami ini. Semoga..........
Aruan Tb (34 poin)   31 Jul 2015
Saya juga mengalami hal yang sama sejak tanggal 03 juni semua persyaratan sudah lengkap dan saya disuruh datang tgl 30 juni.saya datang pada tgl tsb katanya blangko e-ktp habis konon katanya se Indonesia pengadaannya masih dilelang dan belum ditentukan pemenangnya kata mereka (pegawai red) itu urusan pemerintah pusat.Lalu sebulan kemudian saya datang lagi tepatnya tgl 28 juli kemarin.Mereka bilang belum ada blangko e-ktp saya tanya pastinya kapan soalnya banyak urusan yang menggunakan ktp khususnya bank karena anak sekolah butuh dana untuk mahasiswa lagi.bayar uang kuliah,uang kost dll.mereka dengan santai menjawab tak bisa berbuat apa apa blangko tak ada.Saya pun bingung siapa lagi yang bisa diharap kepala daerah tdk mungkin lagi karena sudah sibuk dengan pilkada.Harapan kita satu satunya semoga pak Jokowi membaca tulisan kita ini dan secepat itu pula beliau menindak lanjuti karena saya yakin beliau paham betul kesulitan yang kita alami ini. Semoga..........
Albertus Hindrata (6 poin)   31 Jul 2015
Saya juga mengalami hal yang sama, sejak tanggal 1 Juli persyaratan sudah dilengkapi, kemudian diminta kembali sebulan karena blanko kosong, namun setelah datang kedua kali juga "dibilang" kosong dan kemudian diminta kembali datang bulan OKTOBER! Mohon ditindak lanjuti, terimakasih,..
0 vote
Rio Zeroo (9 poin)   31 Jul 2015
saya di daerah karawang pun mengalami hal yang sama, untuk memperpanjang ktp sampai saat ini sdh mau 3 bulan msh belum ada kelanjutannya. sedangkan ktp merupakan salah satu identitas warga. sehingga untuk keperluan kepengurusan sangat susah sekali terutama dalam hal pengajuan kpr. alasannya blanko kosong, mau pilkada dan alasan lainnya.
mohon agar lebih di perhatikan untuk kepengurusan e-ktp ini. kl belum siap e-ktp jangan terlalu di paksakan. yang menderitakan masyarakat. pejabat2 mungkin tidak merasakan.
mohon bapak presiden memperhatikan masalah ini. masalah kecil bagi anda besar arti nya bagi kami sebagai identitas. ktp oh ktp bagaimana nasib mu.
Nana CHatarina (3 poin)   29 Des 2016
Selamat siang Pak Presiden. Saya asal Lampung. Tepatnya di kota Bandar Lampung.
Belakangan ini diinformasikan bahwa di tahun 2017 diharuskan seluruh masyarakat sudah memiliki e-ktp yang seumur hidup.  Apapun tidak akan sah apabila tidak memiliki e-ktp. Oleh karena itu,  saya yang belum pernah membuat ktp ini mendatangi kantor kecamatan.  Banyak proses yang saya ikuti. Walaupun sempat bolak-balik karena kesalahan tempat lahir di KK dan akte yang berbeda dan mengharuskan saya memperbaharui KK. Ya itu memang prosedur yg tepat. Selanjutnya ketika semua proses sudah saya ikuti dan sudah rekam dan foto. Kemudian dari kecamatan dibuat surat rekom untuk dibawa ke kantor dinas kependudukan.  Karna letak kantor dinas yang jauh,  saya mencoba menitipkan pada tante dari tetangga saya yg bekerja di kantor itu. Kebetulan tetangga saya juga baru membuat e-ktp melalui tantenya itu dan sudah jadi sekarang. Namun ketika saya minta ditetapkan katanya blanko pembuatan e-ktp sedang kosong.  Kosong se-Indonesia. Baru ada lagi di bulan April 2017. Jadi percuma kalau dititipkan sekarang. Sudah ditumpuk banyak di kantor sana. Orang2 yg bikin sekarang nanti April baru dibuat. Itu jelasnya. Kemudian saya bertanya mengenai ktp tetangga saya yang sudah jadi itu. Lalu tante itu bilang bahwa dia menemui satu-satu untuk mendapatkan 1 blanko. Dan itu sangat sulit. Bahkan beliau sampai membayar 200rb rupiah untuk mengurus itu. Dan pembuatannya 3 hari baru jadi. Karna sulit mengurusnya.

Melalui penjelasan itu, saya tidak mengerti apakah penjelasan  itu menerangkan bahwa saya memang harus menunggu sampai April atau percakapan itu menyindir saya untuk membayar 200rb bila ingin proses pembuatan e-ktp cepat jadi.
Kemudian dengan polosnya saya hanya menyetujui bahwa saya akan urus ktp saya di bulan april.  Kemudian saya pulang.  
Sepulangnya saya,  saya menceritakan hal tersebut kepada orang tua saya. Tanggapan kecewa dilontarkan dari mereka.  Mengapa program pemerintah yang menganjurkan masyarakat untuk cepat mengurus pembuatan e-ktp serentak sangat mengecewakan? Kecewa dalam hal informasi mengenai penyediaan blanko yang kosong di kantor dinas kependudukan padahal program pemerintah yang dengan gencarnya mengharuskan masyarakat memiliki e-ktp seumur hidup.
Kemudian informasi mengenai blanko kosong itu pun tidak banyak diketahui oleh penduduk yang ingin membuat.  Yang saya ketahui pun memang pembuatannya memakan waktu sampai beberapa bulan. Lantas bagaimana dengan warga yang menggunakan jalan pintas melalui pungli. Bagi yang tau bahwa blanko kosong pasti akan menunggu sampai bulan April. Sedangkan mengapa yang menggunakan jalan pintas dapat dengan cepat mencetak e-ktp seumur hidup dalam beberapa hari dengan membayar 200rb rupiah. Bagaimana dengan informasi mengenai blanko kosong tersebut? Apakah memang masih ada blanko,  namun hanya dimanfaatkan oknum-oknum untuk mendapatkan pungutan liar? Untuk Bapak Presiden, mohon ditanggapi mengenai kejadian ini. Atau diinformasikan, apakah blanko untuk pembuatan e-ktp memang kosong atau di stop se-Indonesia. Sehingga tidak ada hal-hal yang menyimpang serta kekecewaan mengenai program pemerintah. Mohon diinformasikan lebih jelas.
Untuk pengaduan ini, memang diperlukan bukti agar dapat dipercaya. Namun,  saya bingung bukti apa yang saya harus berikan. Bukti foto ataupun suara tidak bisa saya berikan karna saya  bingung bagaimana bentuk yang akan saya laporkan. Saya hanya bisa menceritakan ini salam bentuk tulisan.  Apapun  yang dapat diambil melalui aduan ini, ini sharing dan pengaduan yang bisa saya share dengan bapak. Paling tidak sebaiknya ada pengantisipasian dari pihak pemerintah dalam menanggapi kejadian ini. Terima kasih.
+1 vote
Nana CHatarina (3 poin)   29 Des 2016
Selamat siang Pak Presiden. Saya asal Lampung. Tepatnya di kota Bandar Lampung.
Belakangan ini diinformasikan bahwa di tahun 2017 diharuskan seluruh masyarakat sudah memiliki e-ktp yang seumur hidup.  Apapun tidak akan sah apabila tidak memiliki e-ktp. Oleh karena itu,  saya yang belum pernah membuat ktp ini mendatangi kantor kecamatan.  Banyak proses yang saya ikuti. Walaupun sempat bolak-balik karena kesalahan tempat lahir di KK dan akte yang berbeda dan mengharuskan saya memperbaharui KK. Ya itu memang prosedur yg tepat. Selanjutnya ketika semua proses sudah saya ikuti dan sudah rekam dan foto. Kemudian dari kecamatan dibuat surat rekom untuk dibawa ke kantor dinas kependudukan.  Karna letak kantor dinas yang jauh,  saya mencoba menitipkan pada tante dari tetangga saya yg bekerja di kantor itu. Kebetulan tetangga saya juga baru membuat e-ktp melalui tantenya itu dan sudah jadi sekarang. Namun ketika saya minta ditetapkan katanya blanko pembuatan e-ktp sedang kosong.  Kosong se-Indonesia. Baru ada lagi di bulan April 2017. Jadi percuma kalau dititipkan sekarang. Sudah ditumpuk banyak di kantor sana. Orang2 yg bikin sekarang nanti April baru dibuat. Itu jelasnya. Kemudian saya bertanya mengenai ktp tetangga saya yang sudah jadi itu. Lalu tante itu bilang bahwa dia menemui satu-satu untuk mendapatkan 1 blanko. Dan itu sangat sulit. Bahkan beliau sampai membayar 200rb rupiah untuk mengurus itu. Dan pembuatannya 3 hari baru jadi. Karna sulit mengurusnya.

Melalui penjelasan itu, saya tidak mengerti apakah penjelasan  itu menerangkan bahwa saya memang harus menunggu sampai April atau percakapan itu menyindir saya untuk membayar 200rb bila ingin proses pembuatan e-ktp cepat jadi.
Kemudian dengan polosnya saya hanya menyetujui bahwa saya akan urus ktp saya di bulan april.  Kemudian saya pulang.  
Sepulangnya saya,  saya menceritakan hal tersebut kepada orang tua saya. Tanggapan kecewa dilontarkan dari mereka.  Mengapa program pemerintah yang menganjurkan masyarakat untuk cepat mengurus pembuatan e-ktp serentak sangat mengecewakan? Kecewa dalam hal informasi mengenai penyediaan blanko yang kosong di kantor dinas kependudukan padahal program pemerintah yang dengan gencarnya mengharuskan masyarakat memiliki e-ktp seumur hidup.
Kemudian informasi mengenai blanko kosong itu pun tidak banyak diketahui oleh penduduk yang ingin membuat.  Yang saya ketahui pun memang pembuatannya memakan waktu sampai beberapa bulan. Lantas bagaimana dengan warga yang menggunakan jalan pintas melalui pungli. Bagi yang tau bahwa blanko kosong pasti akan menunggu sampai bulan April. Sedangkan mengapa yang menggunakan jalan pintas dapat dengan cepat mencetak e-ktp seumur hidup dalam beberapa hari dengan membayar 200rb rupiah. Bagaimana dengan informasi mengenai blanko kosong tersebut? Apakah memang masih ada blanko,  namun hanya dimanfaatkan oknum-oknum untuk mendapatkan pungutan liar? Untuk Bapak Presiden, mohon ditanggapi mengenai kejadian ini. Atau diinformasikan, apakah blanko untuk pembuatan e-ktp memang kosong atau di stop se-Indonesia. Sehingga tidak ada hal-hal yang menyimpang serta kekecewaan mengenai program pemerintah. Mohon diinformasikan lebih jelas.
Untuk pengaduan ini, memang diperlukan bukti agar dapat dipercaya. Namun,  saya bingung bukti apa yang saya harus berikan. Bukti foto ataupun suara tidak bisa saya berikan karna saya  bingung bagaimana bentuk yang akan saya laporkan. Saya hanya bisa menceritakan ini salam bentuk tulisan.  Apapun  yang dapat diambil melalui aduan ini, ini sharing dan pengaduan yang bisa saya share dengan bapak. Paling tidak sebaiknya ada pengantisipasian dari pihak pemerintah dalam menanggapi kejadian ini. Terima kasih.
Sumargo Projo Utomo (0 poin)   6 Jan
Sy hingga skrg juga blm dpt ektp....mohon perhatiannya
0 vote
Kukkuh (0 poin)   7 Jan
saya udh hampir 2 tahun bwat e ktp gak jadi-jadi
mau daftar lagi, belangko malah kosong (denger2 dari pusat memang kehabisan stok)

sim, ektp, bpjs, npwp gak ada, jadi susah apalagi kalau naik kereta jarak jauh, agak ribet
smpe sekarang aku masih pk ktp (kadaluarsa tahun kemaren) soalnya di luar kota

terima kasih dan mohon maaf atas kekurangannya
Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...