Fakhrul Rozi (10 poin)   31 Mei 2016   Kementerian   394 dilihat
diubah 31 Mei 2016 oleh Fakhrul Rozi
salam,
saya fakhrul rozi, asal aceh singkil, provinsi aceh.

Berdasarkan surat Dirjen Pembangunan dan pemberdayaan  Masyarakat Desa Kemendes PDTT Nomor: 050.4/DPPMD.1/V/2016 Tanggal 23 Mei 2016 Perihal Pelaksanaan Rekruitmen Tenaga Pendamping Profesional Tahun 2016, Kepada seluruh Kepala BPM Provinsi di Indonesia.

disitu dijelaskan bahwa jadwal tes seleksi tertulis pada tanggal 28 Mei 2016 di universitas masing2 provinsi. dan kemudian ujian psikotes tgl 1 juni 2016.

Untuk pak jokowi ketahui,, informasi mengenai jadwal tes tertulis tersebut baru kami ketahui tanggal 26 Mei 2016 sore Hari. adapun jarak lokasi tes dengan daerah kami adalah 12 jam perjalanan, belum lagi kami harus mempersiapkan segala persiapan administrasi yang diwajibkan dibawa untuk mengikuti seleksi. Ongkos kami ke Banda  Aceh (Ibukota provinsi aceh sekitas 250rb.) tgl 27 mei 2016 sore kami berangkat ke banda aceh. (karena transport ke banda aceh hanya ada berangkat sore hari).

Tgl 28 Mei 2016 pagi kami tiba di banda aceh. kemudian buru2 menuju lokasi ujian yang tak kami ketahui posisi tepatnya dimana.
setelah selesai tes tertulis, kami menanyakan kepada panitia kapan keluar pengumuman hasil tes tertulis, mereka tidak bisa memberi jawaban yang pasti. hanya disuruh menunggu dikabarkan melalui Email.

Berhubung jadwal tes psikotes tgl 1 mei 2016 (berdasarkan surat diatas), maka saya dan teman2 memutuskan untk menunggu di banda aceh sambil menunggu pengumuman apakah kami lulus seleksi tes tertulis atau tidak. Kami berharap pengumuman hasil tes tertulis bisa cepat keluar agar kami tidak berlama-lama di kampung orang, berhubung dengan isi kantong alias uang yang pas-pasan.

Ternyata, sampai dengan detik ini Tgl 31 Mei 2016 pengumuman belum juga keluar. bersadarkan surat, besok seharusnya sudah akan tes psikotes, tapi belum tahu apakah kami berhak ikut psikotes atau tidak. kami buka website resmi kemendesa, maupu BPM Provinsi, Namun tidak ada pengumuman apapun. Kami terkutang katung di kampung orang.

siapa yang bertanggung jawab atas ini. kami menjadi korban atas ketidak jelasan panitia provinsi maupun pusat. kami bertanya ke BPM Provinsi, mereka juga menjawab belum di informasikan oleh Pusat.

kami hanya ingin kejelasan. apakah psikotes di tunda atau bagaiman.

yang jelas  kami sudah menjadi korban, menjadi korban sejak pengumuman jadwal seleksi tertulis. apakah pihak pusat buta dengan luasnya wilayah indonesia ini. yang jelas mereka jelas BUTA. BUTA.
Saya Benci.
siapa yg mau menanggung hidup kami selama kami menumpang di kampung orang, jalan satu2nya adalah Ganti pejabat yang bertanggung jawab dalam mengurus desa. sangat2 benci kami kepada dia.
 

1 Tanggapan

0 vote
Laura X Sitompul (1 poin)   2 Jul 2016
PENGADUAN YANG HAMPIR SERUPA

Salam hormat, nama saya Erinus Mosip, saya putra daerah papua asli, saya lahir di Kabupaten Jayawijaya distrik Ibele yang sekarang menjadi distrik Taelarek, beberapa tahun yang lalu saya merantau ke Jember Jawa Timur untuk menuntut ilmu dan saat ini saya sudah lulus program sarjana Pertanian di salah satu perguruan tinggi negeri di Jember. Saya adalah salah satu peserta program seleksi pendamping desa yang diadakan oleh KEMENDESA, saya mendapatkan email pada kamis malam WIB (tanggal 26 Mei 2016) yang berisi undangan untuk datang tes tertulis pada tanggal 28 Mei 2016 pukul 10.00 WIT di Uncen Jayapura. Dengan berbagai pertimbangan saya akhirnya memutuskan berangkat ke Jayapura dengan uang hasil usaha meminjam kepada teman dan juga uang hasil menggadaikan laptop saya. Saya sampai di bandara Jayapura sekitar pukul 06.30 WIT dan saya langsung menuju tempat tes, saya tiba di tempat tes sekitar pukul 08.30 WIT, dan sudah banyak orang yang juga akan mengikuti tes, namun ketika kami menunggu di tempat tes, ternyata kami mendapat pengumuman bahwa tes akan diundur pukul 14.00 WIT, beberapa dari kami peserta tes tidak langsung pulang, kami menunggu, lalu beberapa saat kemudian, saya melihat ada polisi yang masuk ruang tes, saya tetap bertahan di lokasi dan bertanya-tanya apa yang terjadi, tidak lama kemudian datang serombongan pendemo yang hendak memboikot tes tertulis seleksi pendamping desa, saya mundur dan memperhatikan dari jauh. ada beberapa truk polisi juga yang berjaga-jaga, dan beberapa saat kemudian panitia diamankan oleh polisi dan keluar dari tempat tes. Lalu saya pulang ke asrama tempat saudara saya, lalu sekitar pukul 13.30 saya mendatangi tempat tes di Uncen kembali, dan ternyata tidak ada tes dan tidak ada panitia, kami menunggu hingga beberapa lama dan saling bertanya namun tidak menemukan kejelasan, sampai akhirnya kami sesama peserta tes memutuskan hari senin kembali ke tempat tes tertulis di Uncen untuk meminta kejelasan.Namun hingga hari senin tanggal 30 Mei 2016, kami pun tidak mendapatkan kejelasan. Kami yang diundang untuk datang dan mengikuti tes, bukan hanya dari wilayah kota Jayapura namun kami dari berbagai daerah yang jauh, kami datang ke Jayapura dengan mempertaruhkan uang hasil pinjam dan meluangkan waktu kami, sampai kapan kami menunggu ketidak jelasan ini?. Lalu saya memutuskan untuk meminta teman mengirmkan email pengaduan dan meminta kejelasan, namun tidak ada tanggapan. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian ada info kepastian bahwa tes tulis akan dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2016 pukul 10.00 WIT. Saat itu kami peserta seleksi mengikuti tes tulis yang ternyata setelah beristirahat sebentar langsung dilanjutkan dengan psikotest hingga pukul 14.30. Saya mengerjakan soal dengan optimis. Lalu setelah selesai tes, saya menanyakan jadwal pengumuman, namun dari pihak panitia seleksi tidak dapat memberi kepastian, hanya menyuruh menunggu pengumuman di koran. Saya pun memutuskan untuk tinggal di jayapura dan menumpang di tempat saudara. Setiap hari saya mencari koran untuk mendapat info terkait hasil seleksi, saya juga meminta teman saya yang di kota Jember untuk memantau website kemendesa dan email saya guna mendapat pengumuman hasil seleksi (karena akses internet di jayapura sangat terbatas dan biaya untuk mengakses internet cukup mahal). Menurut laporan teman saya, tanggal 13 Juni sudah ada pengumuman hasil seleksi di masing-masing provinsi termasuk provinsi Papua, namun tidak bisa didownload dan beberapa saat kemudian file pengumuman provinsi Papua tersebut sudah menghilang.
Saya tetap menunggu hingga akhirnya tanggal 1 Juli ini saya mendapat informasi bahwa pengumuman sudah keluar namun mengapa nilai saya tidak muncul di hasil rekrutmen ketika saya memasukan no registrasi maupun No induk KTP?, hanya muncul nomor, nomor registrasi, nama dan posisi saja (saya memiliki bukti print screen halaman yang muncul ketika mengakses hasil rekrutmen).
Di pengumuman file Provinsi Papua nama saya tidak ada (karena hanya nama yang lulus dan lulus cadangan yang dimasukkan) yang berarti saya tidak lulus seleksi, namun saya masih penasaran dengan nilai saya, apabila rekrutmen ini dilaksanakan dengan bersih dan profesional, maka  transparansi seharusnya adalah hal yang wajib. Saya juga menemukan dari beberapa nama yang dinyatakan lulus dalam file Pengumuman Provinsi Papua, dan ketika saya mencoba cek di hasil rekrutmen dengan memasukan no registrasi ternayata nama mereka tidak muncul sama sekali, namun dinyatakan lulus di file provinsi Papua.
Opini saya, mungkin ada pengecualian untuk provinsi papua yang akses internetnya sulit sehingga yang daftar terlambat (tidak mengikuti seleksi registrasi) diperbolehkan menyusul, namun menurut saya hal ini tidak adil karena saya juga putera daerah asli Papua, meskipun KTP saya domisili di Jember Jawa Timur namun saya lahir di Wamena, untuk mengikuti tes tulis saya mengorbankan waktu, tenaga bahkan uang (untuk tiket pesawat) yang tidak sedikit. Saya akan terima kalau memang hasil nya transparan dan perincian nilai masing-masing peserta disajikan secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan, namun jika untuk melihat perincian nilai saya sendiri saja tidak muncul nilai, hanya muncul nama dan nomor registrasi, bagaimana saya dapat terima? bahkan beberapa nama yang dinyatakan lulus di file Provinsi Papua ternyata tidak ada nama dan nomor registrasinya ketika saya cek di halaman hasil rekrutmen (saya memiliki bukti print screen beberapa nama yang dinyatakan lulus namun tidak tercantum di hasil seleksi yang memuat daftar peserta), hal ini menimbulkan pertanyaan besar dan sangat berpotensi menimbulkan prasangka buruk terhadap panitia pelaksana, saya yakin bukan hanya saya yang mengalami hal serupa, oleh sebab itu saya juga memohon kepada panitia untuk menanggapi dan mengklarifikasi hal ini agar tidak menjadi sorotan negatif ke depannya. saya yakin bukan hanya saya saja yang menyoroti hal ini. Mohon tanggapan dan mohon transparansi perincian nilai semua peserta demi tercipta nya tenaga-tenaga pendamping desa yang telah lulus kualifikasi dan profesional. Saya juga berharap Pemerintah dapat membantu menyampaikan pengaduan ini kepada pihak terkait. Sekian pengaduan dari saya, Terimakasih. #Desa Membangun Indonesia.
Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...