Sharif Aon Abdullah (12 poin)   12 Apr 2016   Kementerian   77 dilihat
Yth. Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN,

Nama saya Sharif Aon Abdullah. Saya adalah anak kandung dari Bapak. Aon Abdullah, seorang Warga Negara Indonesia dan juga seorang Ayah yang saat ini sedang saya bantu pengurusan “pendaftaran tanah pertama kali” di BPN Jakarta Selatan. Meskipun Ayah saya (beliau berusia 70 Tahun sehingga tidak memungkinkan untuk mengurus sendiri) menguasakan pengurusan sertipikat tsb kepada saya (dibuktikan dengan Surat Kuasa), namun saya dan Ayah saya masih tinggal serumah dan dalam 1 Kartu Keluarga sehingga masih dapat dianggap sebagai pemohon langsung.

Singkat cerita, seluruh dokumen pendukung untuk pendaftaran tanah pertama kali sudah diserahterimakan kepada BPN Jakarta Selatan pada tanggal 11 Maret 2015 (Nomor berkas = 9894/2015). Sampai dengan laporan ini saya buat, sertipikat masih belum juga diterbitkan. Itu artinya, sudah SETAHUN LEBIH ngurus sertipikat di BPN tak juga selesai!

Saya sudah berkali – kali menyambangi kantor BPN Jakarta Selatan. Informasi terkini saat saya menyambangi Bagian Umum BPN Jaksel sekitar 2 minggu yang lalu, ternyata harus dilakukan pengumuman Koran selama 30 hari karena ada 1 alas hak yang hilang aslinya (kami hanya melampirkan fotokopi alas hak "occupatie vergunning" yg sudah dilegalisir oleh Notaris terdahulu/copy collationnee).

Saat saya tanyakan kepada Bagian Umum BPN Jaksel, berapa biaya administrasi yang harus kami setorkan ke Negara agar pengumuman kehilangan ini bisa segera diproses oleh BPN Jaksel, dijawab bahwa biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), tanpa bukti bayar, tanpa kwitansi, tanpa bukti apapun. Jelas saya menolak bayar, ini pantas disebut pungli!!!

Untuk itu, mohon klarifikasinya untuk hal berikut:

1. Berapa sebenarnya biaya yang harus dibayarkan oleh Pemohon agar pengumuman kehilangan alas hak dapat segera diproses oleh BPN Jaksel?

2. Dan, diloket mana biaya tsb dapat dibayarkan?

3. Apakah ada bukti bayar atas biaya/pungutan tsb? Yang mana seharusnya ada

4. Harus menunggu berapa lama lagi agar sertipikat rumah milik Ayah saya bisa segera diterbitkan oleh BPN Jaksel?

5. Dengan kondisi Bapak menguasakan pengurusan kepada anak kandung yang masih dalam 1 Kartu Keluarga, apakah untuk selanjutnya saya dapat mengurus proses pendaftaran tanah ini di hari Sabtu? memanfaatkan layanan Sabtu - Minggu dari BPN Jaksel.

Kami sebagai pemohon sangat berharap fungsi pengawasan dari Pimpinan BPN Jaksel terhadap bawahan-nya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi, ini sudah 1 tahun lebih tapi sertipikat tidak kunjung terbit.



Mohon ditindaklanjuti, terima kasih
 
Sharif Aon Abdullah (12 poin)   24 Apr 2016
Bagaimana tindaklanjutnya? BPN Jakarta selatan penuh pungli..saya sudah laporkan sms via Pak Menteri, namun tanggapan nya hanya normatif

Silakan login FB Anda (kiri atas) untuk menanggapi.

Selamat Datang di Lapor Presiden, di mana Anda sebagai rakyat dari seluruh Indonesia dapat mengajukan laporan seputar masalah dari berbagai aspek untuk diajukan ke Presiden dan menerima tanggapan dari anggota masyarakat lainnya.
...